Tampilkan postingan dengan label Guratan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guratan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 April 2012

MAKNA GOE SAYANG MOE

Salam bahagia sahabat-sahabatku. Menarik untuk dicerna sebuah postinganku kali ini yang memaparkan sebuah judul unik dalam bahasa daerah Flores Timur (Lamaholot) yang digabungkan dalam bahasa Indonesia. Sungguh sebuah kekayaan yang terpendam dimiliki bangsa ini karena keanekaragaman bahasa. Goe Sayang Moe (Aku Cinta Kamu) adalah sebuah kalimat keramat bertuah yang dilontarkan dari bibir sang pemilik cinta (lover). Namun, saat ini hampir pudar makna sesungguhnya, dan yang ada hanya sebuah kepalsuan ucap  lantaran sebuah kepentingan untuk menjarah. Goe Sayang Moe ( Kimi o ai shiteru /Japan) diharapkan terus dimaknai dalam setiap tindak bersosial agar cinta sebagai hukum utama dalam hidup terus ada dan berakar dalam hati. 


  • Goe Sayang Moe (Wo ai ni/ Mandarin) dari sudut pandang seorang Pemimpin:
Seorang Pemimpin yang bijak harus mempunyai perasaan sayang kepada Rakyatnya agar tidak hanya memikirkan perut sendiri tetapi memikirkan perut banyak orang. Seorang boss menimbulkan ketakutan; tetapi seorang pemimpin memancarkan kasih.
Seorang boss mengatakan AKU; tetapi seorang pemimpin mengatakan KITA.Seorang boss menunjuk siapa yang bersalah; tetapi seorang pemimpin menunjuk apa yang salah.
Seorang boss tahu bagaimana sesuatu dikerjakan; tetapi seorang pemimpin tahu bagaimana mengerjakannya.
Seorang boss menuntut rasa hormat; tetapi seorang pemimpin membangkitkan rasa hormat.
Seorang boss mengatakan PERGI!!!; tetapi seorang pemimpin berkata MARI KITA PERGI dalam kalimat Go Sayang Moe (bukan Pergi Selingkuh oooo)!!!

  • Goe Sayang Moe ( Ich Liebe Dich/ Jerman) dari sudut pandang Rakyat
Berkisah dari fakta yang ada, Rakyat tak lagi memaknai sebuah ajaran Goe Sayang Moe. Ini ditandai dengan terjadinya kekerasan dimana-mana baik terhadap perempuan dalam konteks KDRT maupun terhadap Pemimpinnya. Mengapa? Hal ini bisa terjadi karena terjadi krisis cinta atau sayang dalam diri. Jika ada kesalah pahaman mari diselesaikan dalam nada "Goe Sayang Moe" bukan meletup koaran bak api menjalar padang. Hendaknya saling menghormati satu dengan yang lain dan yakinlah tak ada korban kekerasan fisik dan Mental.

Akhirnya sahabat-sahabatku postingan ini kuakhiri dalam alunan Goe sayang Moe semoga kalimat ini menjadi makna dalam pemaknaan hidup. Jika ada yang kurang tolong di maafkan karena keterbatasan menjadi pemicu ketakmampuan akan tetapi bukan selamanya tak mampu...ha ha ha ha 

Salam Goe Sayang Moe, I Love You, aloha wau ia oi........................


Read more >>

Minggu, 23 Oktober 2011

SELAMAT JALAN PUTERA BUMI

Rona  duka mengawang lepas mengiring pergi Sang Putera Bumi.
Kematian bak pencuri diwaktu malam,hmmmmm
Menghentak kalbu enggan berpikir, ini misteri Ilahi
Semua kita sedang menujuh ke titik akhir kehidupan.
Kelana buana mencari oase surgawi, disana bahagia menanti.
Sedih, kecewa melekat erat bagi yang ditinggal, mengeluh pada sang pemberi hidup.
Mengapa dan Kenapa? 
Tanya tanpa jawab pasti
hanya yakin bertutur ini kehendak-Nya
Rencana-Mu bukan rencanaku
Kuasa-Mu tak mengenal batas
Selamat jalan Putera Bumi, bahagia ada disana.



Read more >>

Minggu, 16 Oktober 2011

SEPENGGAL KISAH DIBALIK CADAS

Serpihan-serpihan kepedihan dalam bingkai kenangan nan indah dan impian nan mesra kembali menyayat kalbu. 
Namun, semua telah pergi, semua telah lenyap dihapus hawa pecundang makna. 
Ratap aza pada jejak langkah tertinggal, hanya fatamorgana dihari terik.
Relung enggan memapar rindu
Tangan enggan melepas peluk
Tak bisa kembali bertutur akur dalam kisah
Tak bisa bibir melepas kecup pada kening tak bertuan gadis.
Aku tak mampu menahan duka
Juga tak mampu menahan tangis
Lalu
Air mata bersetubuh bumi, bergeliat pada lekuk-lekuk tanah
Jalan kini tak lagi satu
Tujuan tak lagi sama
Kisah terkatung dalam deraian bingung.


(Guratan adalah salah satu penyaluran mencapai bahagia)


Read more >>

Kamis, 13 Oktober 2011

AKULAH PUTERA BATU

Akulah putera batu yang dilahirkan diatas cadas yang menantang, dibesarkan dengan kerikil-kerikil bumi.
Akulah putera batu mengais tanah dicelah batu dengan simpul senyum terkatup. 
Akulah putera batu berkelana dipadang batu mencari hidup. 
Akulah putera batu yang menantang adalah musuh yang harus disingkirkan.
Air mata  adalah hujan, nafas adalah badai, teriakan adalah halilintar,kata adalah sumpah. 
Kejar akan terus ku kejar penguasa jin sabana kalbu, 'kan ku penggal kepala yang menghina.
Akulah putera batu mencari mati demi harkat, membenam duka tak tampak.
Kisahku bukan kisahmu, ceritaku bukan ceritamu. Jangan mengusik hidupku. Janganlah bertepi pada muara  beronak cadas.Nyawamu taruhan bukan ulahku..........Sekedar ingat padamu sahabat. Bersiaplah menghadap petaka hidup. Biarlah putera batu berkelana


 
 



Read more >>

Minggu, 31 Juli 2011

GURATAN


UNTUKMU MAMA
by NONA MUKIN



Mama...
Kau ukir sebilah kisah dalam hidupku
Meninggalkan jejak di setiap langkahku
Belaian kasih dan sayangmu
Tak pernah pupus dalam hidupku

Mama...
Jalan mana yang harus kutempuh
Karena jalan yang membentang
Terlalu panjang dan beliku-liku
Aku tak kuasa mealngkah

Mama...
Rentangan kisah hidupku
Penuh pilu diliputi duka lara
Air mata kepedihan tak pernah berhenti
Jatuh berderai membasahi pipi

Mama...
Aku resah mengenangmu jauh di sana
Ketika gelisah datang membayang
Aku ingin rebah dalam pelukan kasihmu
Menikmati kehangatan di pangku mama

Mama...
Pandanganku terpaku pada album kenangan
Ada gambar wajahmu mama
Pandangan penuh kasih menatap sayu
Merindukan buah hati yang kini jauh
Aku rindu mau pulang...  kembali ke pangku mama.







Puteri


Guratan ini kupersembahkan untukmu, walau tak tampak dihorizon 

kalbu. 

Ingin kumerangkai kata terindah namun hanya ini yang aku bisa.
Imajinasiku terus berlari entah dimana akan berhenti. 
Disamping pelangi kau bersanding, tersenyum lembut menatap awan.
Jemarimu lentik nan lincah mengiringi senandung rindu awan memeluk gunung. 
Puteri.... Ini bukan Puisi, bukan juga syair. Tapi ini hanya sebuah guratan lepas tak 

bermakna.
Yang ku punya hanya kata, yang ku bisa hanya ungkapan. 
Jangan kau tanggapi, ataupun menyesali. Kalau lancang kubingkis sejuta maaf. 
Jangan juga kau marah, karena tak akan bisa kau bertutur. 
Puteri.... Segalanya kau miliki. Tak berguna rangkaian ini akhirnya ku akhiri.


By. Paskalis N. Kewuan


Read more >>